Minggu, 06 November 2016

Jenis - jenis bahan kaos dhikr.

      Mengenal dan mengetahui jenis - jenis bahan yang digunakan Dhikr Clothes pada setiap produk/ serinya. Ada tiga macam jenis bahan pakaian yang digunakan untuk setiap model yang dihasilkan oleh dhikr antara lain:
1. Cotton Combed 30S untuk model Dhikr Family ( DF series ), Jilbab Dhikr Pad ( JDP series ),        Dhikr Family Rainbow ( DFR series ), Dhikr Family Stripe ( DFS series )
2. CVC yang digunakan pada model Dhikr Real Muslim/ah ( DFRM series )
3. Rayon Spandex 40S yang digunakan pada model Legging Dhikr ( LD series )
Berikut penjelasan tentang semua jenis bahan tersebut,materi ini diambil dari pelbagai sumber.


Dalam memilih bahan kaos, maka yang paling nyaman di pakai adalah jenis cotton combed. Cotton combed sendiri mempunyai arti kain dengan bahan dasar serat kapas (katun) yang mempunyai serat panjang (halus). Biasanya ada 4 jenis cotton combed yaitu cotton combed 20S, cotton combed 24S, cotton combed 30S dan cotton combed 40S.
Angka tersebut menunjukkan gramasi dari kain yang dihasilkan. Sedangkan S mempunyai arti Single Knit (Rajut Tunggal). Adapula D disebut double Knit, biasa di pakai untuk kaos baby.
Angka 20 adalah benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 180 – 220 gr/m2 untuk rajutan tunggal.
Angka 24 adalah benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 170 – 210 gr/m2 untuk rajutan tunggal.
Angka 30 adalah benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 140 – 160 gr/m2 untuk jenis rajutan tunggal.
Angka 40 adalah benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 110 – 120 gr/m2 untuk rajutan tunggal.
Maka dapat di lihat bahwa angka semakin besar akan menghasilkan kain yang tipis dan sangat halus. Oleh karena itu harga kain cotton combed yang paling mahal adalah 40S kemudian 30S disusul 24 S dan 20S.
Untuk kaos distro Bandung biasanya menggunkan bahan cotton combed 30S karena bahan tidak terlalu tipis, sehingga nyaman dipakai, ringan dan adem banget. Bila menggunakan bahan cotton combed 20S akan terasa berat dan tebal, sehingga kurang nyaman dipakai.

Ingat setiap pabrik kain akan menghasilkan kualitas kain yang berbeda, hal tersebut dikarenakan mereka menggunakan bahan mentah (kapas) yang berbeda pula kualitasnnya.




Bahan CVC
Apa Itu Katun CVC – Banyak yang beranggapan bahwa kepanjangan dari CVC adalah Cotton VisCose, padahal sebenarnya tidaklah demikian. Kenapa? Karena keduanya adalah jenis kain yang berbeda. Cotton CVC yaa CVC, dan Cotton Viscose yaa Viscose. Jadi meski sama-sama kain katun atau Cotton, tapi ada perbedaan pada kombinasi bahan baku diantara keduanya.
Lalu apa bedanya katun CVC dan Katun Viscose? Oke, sebelum dijelaskan apa itu sebenarnya katun CVC, maka akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu katun Viscose biar jelas perbedaanya.
Viscose sebenarnya adalah jenis lain dari rayon, atau bisa dibilang hasil dari pengembangan dari rayon itu sendiri, meski terkadang sering juga disebut sebagai rayon. Yaitu serat buatan (semi sintetis) yang diproduksi dan dihasilkan dari hasil regenerasi selulosa. Yang mana awal mula penciptaan rayon ini adalah guna membuat serat sutra sintetis, dengan kualitas yang kurang lebih sama atau lebih bagus namun dengan biaya yang jauh lebih murah.
Diawal kemunculannya, rayon generasi awal dikenal bukan dengan nama rayon, tapi diperkenalkan dan dipatenkan dengan nama Chardonnay silk. Namun sayangnya generasi awal ini tidak menuai kesuksesan. Meski terlihat cantik dan indah, tapi kain rayon generasi awal ini sangatlah mudah sekali terbakar, sehingga dianggap tidak aman untuk digunakan, dan akhirnya hilang dengan cepat dipasaran.
Seorang ahli kimia Perancis bernama Hilaire de Chardonnet, Comte de Chardonnay, adalah orang yang membuat dan mematenkan Chardonnay silk di tahun 1884. Inilah yang disebut-sebut sebagai rayon generasi awal.
Waktu terus berlanjut dan akhirnya sutra buatan generasi barupun muncul, tapi masih belum menggunakan istilah rayon. Sutra buatan kali ini diberi nama “Viscose”.
Tahun 1894, ahli kimia Inggris, Charles Cross, Edward Bevan, dan Clayton Beadle, mematenkan metode pembuatan artificial silk  (sutra buatan) yang baru, yang kemudian diperkenalkan dan dikenal sebagai viscose process. Perlu sobat ketahui, artificial silk inilah yang nanti akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini.
sebuah perusahaan Amerika bernama American Viscose Corporation untuk pertama kalinya meluncurkan produk baru yang dikenalkan dengan nama  “Artificial Silk”, yang mana nantinya inilah yang akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini.
Tahun 1905, Perusahan asal  Inggris, U.K. company Courtaulds Fibres untuk pertama kalinya memproduksi artificial silk (sutra buatan) ini secara komersil. Kemudian ditahun 1910, American Viscose corporation, (kemudian dikenal sebagai Avtex Fiber) untuk membuat artificial silk  (sutra buatan) di Amerika Serikat. Dan baru lah di tahun 1924, istilah “Rayon” ini digunakan.
Istilah kata Rayon sendiri sebenarnya berasal dari (Sun = Ray, On = Cotton), yang konon teorinya adalah bahwa produk fiber ini cahayanya dan secara struktur mirip dengan Cotton.
INFO LEBIH LENGKAP SIMAK DISINI: APA ITU RAYONMENGENAL VISCOSE LEBIH DETIL
Nah gimana, sekarang tahu kan apa itu Viscose. Jadi sekarang pasti bisa dengan mudah menjawab apa itu Cotton Viscose. Jadi Katun atau Coton Viscose adalah kain yang dibuat dari dua jenis fiber, yaitu Katun atau Cotton dengan Viscose atau rayon viscose. Persentase kandungan cotton dan viscose nya bisa 65% cotton + 35% viscose, bisa juga 55% cotton + 45 Viscose. Semuanya tergantung pabrikan yang membuat kain itu sendiri.
Lalu Apa Itu Katun CVC

Cotton/Katun CVC – Chief Value Cotton
Image Illustration credit: Title: Cotton CVC, by www.tygarment.com
CVC adalah singkatan dari Chief Value Cotton. Yang artinya adalah, mengandung lebih banyak Cotton atau katun. Dalam tekstil ini berarti mengandung 50% lebih kandungan Cotton / katun atau serat kapas pada kain. Lalu, serat apakah yang disandingkan dengan serat Cotton/katun pada jenis kain Cotton CVC ini ? Simak dibawah ini.
Ini dia perbedaanya dengan kain sebelumnya. Kalau Cotton Viscose adalah gabungan dari Cotton dan Viscose /Rayon Viscose, sedangkan kalau Cotton/katun CVC adalah kain yang dibuat dengan menggabungkan 2 buah serat yaitu Cotton dan Polyester. Perbandingannya bisa bermacam-macam, bisa 55% cotton + 45% polyester, bisa 60% cotton + 40% polyester, atau bahkan 80% cotton dan 20% polyester. Semua bergantung dari tingkat kualitas kain Cotton CVC yang akan dibuat.
Sebenarnya Cotton CVC ini memiliki saudara kandung, yaitu Cotton TC (Tetoron Cotton). Yang membedakan TC dengan CVC adalah, kalau CVC lebih banyak kandungan serat kapas atau Cottonnya, sedangkan kalau TC lebih banyak kandungan serat Polyesternya. Istilah Tetoron sebenarnya adalah berasal dari Jepang, yaitu merk dagang dari serat polyester yang dibuat oleh Teijin and Toray Industries.
Keunggulan Katun CVC
Kain CVC adalah kain yang dihasilkan dari penggambungan antara serat Cotton dan serat polyester dalam persentase tertentu. Dengan jumlah kadar serat Cotton yang lebih banyak dibandingkan serat Polyester maka CVC memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah:
  • Memiliki hygienic properties yang lebih baik dibandingkan saudaranya, kain TC
  • Mempunyai karakteristik kekuatan yang jauh lebih baik dibandingkan kain yang berbahan 100% Cotton atau serat kapas
  • Tingkat penyusatan (shrink) kain yang jauh lebih rendah
  • Memiliki penyerapan warna yang jauh lebih baik, atau lebih tahan luntur
  • Daya tahan yang jauh lebih baik







Rayon Spandex
Sering mendengar bahan spandek, tapi belum tentu semua tahu kalau spandek itu sebenarnya kain yang seperti apa. OK, sebelum kita mengupas lebih jauh mengenai bahan spandek ini maka kita kasih sedikit bocoran dulu untuk Anda. Jadi perlu sahabat ketahui, bahwa spandek atau disebut juga Elastane adalah sejenis serat buatan manusia yang karakteristiknya elastis.
Contoh penggunaan bahan kain spandek pada celana atlet sepeda & Celana Legging wanita
Image credit: Title: Bradley Wiggins by William Morice. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Bradley_Wiggins,_2012_Tour_de_France_finish.jpg
Image credit: Title: Spandex Fiber by Luigi Chiesa. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Spandex_fiber.jpg
Image credit: Title: Gingerbreadman Yoga Pants by AllenRaySmith. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Gingerbreadman_Yoga_Pants.png
Elastis disini artinya adalah bisa meregang atau stretch. Bahkan bahan ini bisa meregang hingga lebih dari 5x dari panjang normalnya.
Namun ada yang perlu sobat ketahui, bahwasannya Spandek, Lycra dan Elastane adalah hal yang sama. Lycra sendiri adalah nama merek atau brand dari DuPont Company untuk serat Spandek yang mereka produksi.
Sedangkan Spandek/Spandex adalah nama generik / sinonim yang digunakan di Amerika Serikat dan Kanada, serta beberapa negara untuk menyebut serat elastane, dan mungkin salah satunya di Indonesia karena nama Spandek lebih familiar di telinga kita. Elastane adalah nama umum yang digunakan di banyak negara untuk menyebut bahan Spandek.
Kelebihan dan Kekurangan Bahan Spandek
Nah tentu point inilah yang ingin kita ketahui bersama, yaitu kekurangan ataupun kelebihan yang dimiliki oleh kain-kain yang berbahan campuran Spandek. Oleh karenanya untuk mengetahuinya kita akan mencari info dari sumber-sumber yang memang telah lama berkencimpung di dunia textile.
Nah salah satunya admin kutip dari halaman web HaiNing JinTian Textile Co.,Ltd, yaitu web perusahan yang bergerak dibidang apparel fabrics, home textile fabrics, microfiber household cleaning products dan sebagainya sejak 2010. (setidaknya itu yang ditulis dihalaman websitenya). Dan berikut infonya:
Kelebihan kain berbahan/mengandung material spandek
  1. Daya pemelaran yang besar jadi tidak gampang rusak ketika terkena tarikan, dan hampir akan kembali ke ukuran aslinya
  2. Tidak mudah berkerut
  3. Terasa lembut ditangan, nyaman dipakai, daya elastis yang baik (mengikuti bentuk tubuh)
  4. Tahan terhadap asam dan alkali. Kain Spandek tahan terhadap keringat, air laut, tahan terhadap berbagai jenis dry-clean, dan tahan terhadap suntan lotion (lotion untuk merubah kulit menjadi lebih gelap)
  5. Kemampuan mempertahankan warna yang baik, tahan pemudaran
Kekurangan kain spandek
  1. Daya Serapnya tidak begitu baik, low breathable, sehingga uap air atau mungkin keringat kurang dapat ditransfer keluar ( tergantung dari jumlah material spandek yang digunakan)
  2. Sensitif terhadap panas. Jadi hati-hati terhadap penyetrikaan yang terlalu panas, mesin pengering yang menggunakan panas, serta mencuci bahan spandek dengan air panas. karena hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap pakaian.
  3. Bahan ini akan menunjukan segalanya adari tubuh Anda alias jeplak tubuh
  4. Spandek tidak bisa berdiri sendiri. Maksud dan contohnya adalah, Spandek perlu dikombinasikan dengan serat lain untuk bisa menjadi benang atau kain, baru bisa dijadikan pakaian.
Penggunaan Spandek Di Industri Apparel
Untuk dapat menjadi sebuah kain dan digunakan di industri pakaian, biasanya serat spandek dipintal menjadi benang dengan cara dikombinasikan dengan serat lainnya. Seperti contohnya serat kapas, nilon, polyesterrayon, dll. Lalu kemudian kain tersebut dicelup guna mendapatkan warna yang dikehendaki.
Nah saat ini penggunaan kain Spandek sangat luas cakupannya, terutama digunakan pada pakaian-pakaian yang membutuhkan stretch yang tinggi. Berikut ini beberapa penggunaan bahan Spandek yang umum dapat kita temui sehari-hari, seperti:
  • Pada berbagai jenis pakaian olahraga
  • Sabuk ikat pinggang
  • Bra straps
  • Sarung tangan
  • Legging
  • Celana jeans stretch
  • Dan masih banyak lainnya
Oh iya hampir lupa, di Indonesia sendiri penggunaan kain campuran spandek ini banyak juga yang menggunakannya sebagai salah satu bahan untuk pembuatan baju-baju muslim, termasuk hijab. Alasannya tidak lain adalah karena mereka menyukai karakter kainnya yang halus dan lembut.
Jadi kalau sahabat menemukan jenis kain yang ada embel-embel spandek’nya maka biasanya ciri khas karakter kainnya adalah lentur, meskipun seberapa lenturnya itu tergantung dari komposisi dari seberapa banyak material spandek yang dicampurkan pada benang yang digunakan pada material kain tersebut.
Jenis Kain Spandek
Yup seperti yang tadi sudah sedikit disinggung diatas, bahwa Spandek memerlukan serat lain untuk dapat menjadi benang atau kain sebelum menjadi pakaian. Dan berikut ini beberapa jenis kain yang menggunakan campuran bahan spandek didalamnya.
Bahan Katun Spandek / Cotton Spandex
Anda tentu bertanya, apa ada hal lain yang menjadi alasan kenapa Spandek harus di kombinasikan dengan serat lain, khususnya dengan serat cotton/katun/kapas. Jawabannya adalah, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari kain blend tersebut dibandingkan jenis kain yang hanya menggunakan serat cotton misalnya.
Lalu apa kelebihannya? Kebihannya adalah untuk mendapatkan kain dengan kelembutan yang didapat dari serat katun/cotton dan fleksibilitas dan daya tahan yang lebih baik, yang didapat dari bahan Spandek.
Cotton/katun/Kapas adalah serat alami yang berasal dari alam, sedangkan serat spandek adalah serat buatan manusia. Bersama-sama, mereka menciptakan kain hybrid yang nyaman dan mudah dibersihkan. Namun, apabila komposisi serat Spandek semakin ditambahkan maka kain menjadi low breathable, yaitu berkurangnya kemampuan kain untuk menyalurkan udara dan uap air.
Contoh penggunaanya adalah untuk T- shirts, Tank tops, Leggings, pakaian Yoga, dll.
Bahan Nylon Spandek
Ada yang menyebut bahan Nylon Spandek  sangat lembut, nyaman dikenakan, sensual dan ringan. Biasanya digunakan untuk pakaian pakaian renang, celana pesepeda, dan atlet olahraga lainnya. Tapi tak hanya itu, ada juga para designer baju yang menggunakannya untuk membuat pakaian wanita untuk rancangan mereka, seperti untuk  baju ketat, celana ketat, bra, tank tops, dan pakaian wanita lainnya.
Stretch Denim
Pasti untuk yang satu ini sudah banyak yang familier. Stretch Denim atau kalo di kebanyakan orang bilang adalah Jeans Stretch, padahal sebenarnya merknya bukan Jeans tapi tetep aja nyebutnya Jeans, hehehe.
Hanya sebagian kecil (sekitar 3%) serat spandek yang diperlukan dalam kain untuk stretch denim ini meregang hingga 15% dari bentuk aslinya. Namun, fitur ini konon akan memperpendek umur dari pakaian tersebut. Namun kelebihannya, Stretch Denim dapat beradaptasi dengan bentuk, ukuran, dimensi dan lekukan setiap wanita (pinggul hingga kaki)
Polyester Spandek
Bahan Spandek Polyester mungkin tidak terlalu jauh dengan nylon spandek, peruntukannya juga kurang lebih sama. Selain untuk pakaian olahraga, juga bisanya digunakan untuk membuat pakaian-pakaian ketat, dan ada juga juga yang menjadikannya sebagai bahan dress.
Rayon Spandek
Gabungan antara 2 serat buatan, yaitu rayon dan Spandek. Bahan Spandek rayon nyaman ketika dikenakan, lembut, serta lebih ringan daripada bahan spandek katun.




Semoga bermanfaat untuk info pemesanan produk Dhikr bisa menghubungi WA 081286513037 / 085212757173 dapatkan harga dan dikon  yang sangat menarik dari kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar