Mengenal dan mengetahui jenis - jenis bahan yang digunakan Dhikr Clothes pada setiap produk/ serinya. Ada tiga macam jenis bahan pakaian yang digunakan untuk setiap model yang dihasilkan oleh dhikr antara lain:
1. Cotton Combed 30S untuk model Dhikr Family ( DF series ), Jilbab Dhikr Pad ( JDP series ), Dhikr Family Rainbow ( DFR series ), Dhikr Family Stripe ( DFS series )
2. CVC yang digunakan pada model Dhikr Real Muslim/ah ( DFRM series )
3. Rayon Spandex 40S yang digunakan pada model Legging Dhikr ( LD series )
Berikut penjelasan tentang semua jenis bahan tersebut,materi ini diambil dari pelbagai sumber.
Semoga bermanfaat untuk info pemesanan produk Dhikr bisa menghubungi WA 081286513037 / 085212757173 dapatkan harga dan dikon yang sangat menarik dari kami
1. Cotton Combed 30S untuk model Dhikr Family ( DF series ), Jilbab Dhikr Pad ( JDP series ), Dhikr Family Rainbow ( DFR series ), Dhikr Family Stripe ( DFS series )
2. CVC yang digunakan pada model Dhikr Real Muslim/ah ( DFRM series )
3. Rayon Spandex 40S yang digunakan pada model Legging Dhikr ( LD series )
Berikut penjelasan tentang semua jenis bahan tersebut,materi ini diambil dari pelbagai sumber.
Dalam
memilih bahan kaos, maka yang paling nyaman di pakai adalah jenis cotton
combed. Cotton combed sendiri mempunyai arti kain dengan bahan dasar serat
kapas (katun) yang mempunyai serat panjang (halus). Biasanya ada 4 jenis cotton
combed yaitu cotton combed 20S, cotton combed 24S, cotton combed 30S dan cotton combed 40S.
Angka tersebut
menunjukkan gramasi dari kain yang dihasilkan. Sedangkan S mempunyai arti
Single Knit (Rajut Tunggal). Adapula D disebut double Knit, biasa di pakai
untuk kaos baby.
Angka 20 adalah benang
yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 180 – 220 gr/m2 untuk rajutan
tunggal.
Angka 24 adalah benang
yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 170 – 210 gr/m2 untuk rajutan
tunggal.
Angka 30 adalah
benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 140 – 160 gr/m2 untuk
jenis rajutan tunggal.
Angka 40 adalah
benang yang akan menghasilkan kain dengan gramasi antara 110 – 120 gr/m2 untuk
rajutan tunggal.
Maka dapat di lihat
bahwa angka semakin besar akan menghasilkan kain yang tipis dan sangat halus.
Oleh karena itu harga kain cotton combed yang paling mahal adalah 40S kemudian
30S disusul 24 S dan 20S.
Untuk kaos distro
Bandung biasanya menggunkan bahan cotton combed 30S karena bahan tidak terlalu
tipis, sehingga nyaman dipakai, ringan dan adem banget. Bila menggunakan bahan
cotton combed 20S akan terasa berat dan tebal, sehingga kurang nyaman dipakai.
Ingat setiap pabrik
kain akan menghasilkan kualitas kain yang berbeda, hal tersebut dikarenakan
mereka menggunakan bahan mentah (kapas) yang berbeda pula kualitasnnya.
Bahan CVC
Apa
Itu Katun CVC –
Banyak yang beranggapan bahwa kepanjangan dari CVC adalah Cotton VisCose,
padahal sebenarnya tidaklah demikian. Kenapa? Karena keduanya adalah jenis kain
yang berbeda. Cotton CVC yaa CVC, dan Cotton Viscose yaa Viscose. Jadi meski
sama-sama kain katun atau Cotton, tapi ada perbedaan pada kombinasi bahan baku
diantara keduanya.
Lalu
apa bedanya katun CVC dan Katun Viscose? Oke, sebelum dijelaskan
apa itu sebenarnya katun CVC, maka akan dijelaskan terlebih dahulu
apa itu katun Viscose biar jelas perbedaanya.
Viscose sebenarnya adalah jenis lain dari rayon, atau bisa
dibilang hasil dari pengembangan dari rayon itu sendiri, meski terkadang
sering juga disebut sebagai rayon. Yaitu serat buatan (semi sintetis) yang
diproduksi dan dihasilkan dari hasil regenerasi selulosa. Yang mana awal mula
penciptaan rayon ini adalah guna membuat serat sutra sintetis, dengan kualitas
yang kurang lebih sama atau lebih bagus namun dengan biaya yang jauh lebih
murah.
Diawal kemunculannya, rayon generasi awal dikenal bukan
dengan nama rayon, tapi diperkenalkan dan dipatenkan dengan nama Chardonnay
silk. Namun sayangnya generasi awal ini tidak menuai kesuksesan. Meski
terlihat cantik dan indah, tapi kain rayon generasi awal ini sangatlah
mudah sekali terbakar, sehingga dianggap tidak aman untuk digunakan, dan
akhirnya hilang dengan cepat dipasaran.
Seorang ahli kimia
Perancis bernama Hilaire de Chardonnet, Comte de Chardonnay, adalah
orang yang membuat dan mematenkan Chardonnay silk di tahun 1884. Inilah
yang disebut-sebut sebagai rayon generasi awal.
Waktu terus berlanjut dan akhirnya sutra
buatan generasi barupun muncul, tapi masih belum menggunakan istilah
rayon. Sutra buatan kali ini diberi nama “Viscose”.
Tahun 1894, ahli kimia Inggris,
Charles Cross, Edward Bevan, dan Clayton Beadle, mematenkan metode pembuatan
artificial silk (sutra buatan) yang baru, yang kemudian diperkenalkan dan
dikenal sebagai viscose process. Perlu sobat ketahui, artificial silk
inilah yang nanti akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini.
sebuah perusahaan Amerika bernama American Viscose
Corporation untuk pertama kalinya meluncurkan produk baru
yang dikenalkan dengan nama “Artificial Silk”, yang mana
nantinya inilah yang akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini.
Tahun 1905, Perusahan asal Inggris, U.K. company
Courtaulds Fibres untuk pertama kalinya memproduksi artificial silk (sutra
buatan) ini secara komersil. Kemudian ditahun 1910, American Viscose
corporation, (kemudian dikenal sebagai Avtex Fiber) untuk membuat artificial
silk (sutra buatan) di Amerika Serikat. Dan baru lah di tahun 1924,
istilah “Rayon” ini digunakan.
Istilah kata Rayon sendiri sebenarnya berasal dari (Sun =
Ray, On = Cotton), yang konon teorinya adalah bahwa produk fiber ini
cahayanya dan secara struktur mirip dengan Cotton.
Nah gimana, sekarang tahu kan apa itu Viscose.
Jadi sekarang pasti bisa dengan mudah menjawab apa itu Cotton Viscose.
Jadi Katun atau Coton Viscose adalah kain yang dibuat dari dua jenis fiber,
yaitu Katun atau Cotton dengan Viscose atau rayon viscose. Persentase kandungan
cotton dan viscose nya bisa 65% cotton + 35% viscose, bisa juga 55% cotton + 45
Viscose. Semuanya tergantung pabrikan yang membuat kain itu sendiri.
Lalu Apa Itu Katun CVC
Cotton/Katun
CVC – Chief Value Cotton
Image Illustration credit: Title: Cotton CVC, by www.tygarment.com
Image Illustration credit: Title: Cotton CVC, by www.tygarment.com
CVC adalah singkatan dari Chief Value Cotton.
Yang artinya adalah, mengandung lebih banyak Cotton atau katun. Dalam tekstil
ini berarti mengandung 50% lebih kandungan Cotton / katun atau serat kapas
pada kain. Lalu, serat apakah yang disandingkan dengan serat Cotton/katun
pada jenis kain Cotton CVC ini ? Simak dibawah ini.
Ini dia perbedaanya dengan kain sebelumnya. Kalau Cotton
Viscose adalah gabungan dari Cotton dan Viscose /Rayon Viscose, sedangkan kalau
Cotton/katun CVC adalah kain yang dibuat dengan menggabungkan 2 buah serat
yaitu Cotton dan Polyester. Perbandingannya bisa bermacam-macam, bisa 55%
cotton + 45% polyester, bisa 60% cotton + 40% polyester, atau bahkan 80% cotton
dan 20% polyester. Semua bergantung dari tingkat kualitas kain Cotton CVC yang
akan dibuat.
Sebenarnya Cotton CVC ini memiliki saudara kandung, yaitu
Cotton TC (Tetoron Cotton). Yang membedakan TC dengan CVC adalah, kalau CVC
lebih banyak kandungan serat kapas atau Cottonnya, sedangkan kalau TC lebih
banyak kandungan serat Polyesternya. Istilah Tetoron sebenarnya adalah berasal
dari Jepang, yaitu merk dagang dari serat polyester yang dibuat
oleh Teijin and Toray Industries.
Keunggulan Katun CVC
Kain CVC adalah kain yang dihasilkan dari penggambungan
antara serat Cotton dan serat polyester dalam persentase tertentu. Dengan
jumlah kadar serat Cotton yang lebih banyak dibandingkan serat Polyester maka
CVC memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah:
- Memiliki
hygienic properties yang lebih baik dibandingkan saudaranya, kain TC
- Mempunyai
karakteristik kekuatan yang jauh lebih baik dibandingkan kain yang
berbahan 100% Cotton atau serat kapas
- Tingkat
penyusatan (shrink) kain yang jauh lebih rendah
- Memiliki
penyerapan warna yang jauh lebih baik, atau lebih tahan luntur
- Daya
tahan yang jauh lebih baik
Rayon Spandex
Sering mendengar bahan spandek, tapi belum tentu
semua tahu kalau spandek itu sebenarnya kain yang seperti apa. OK,
sebelum kita mengupas lebih jauh mengenai bahan spandek ini maka kita kasih
sedikit bocoran dulu untuk Anda. Jadi perlu sahabat ketahui, bahwa spandek atau
disebut juga Elastane adalah sejenis serat buatan manusia yang
karakteristiknya elastis.
Contoh
penggunaan bahan kain spandek pada celana atlet sepeda & Celana Legging
wanita
Image credit: Title: Bradley Wiggins by William Morice. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Bradley_Wiggins,_2012_Tour_de_France_finish.jpg
Image credit: Title: Spandex Fiber by Luigi Chiesa. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Spandex_fiber.jpg
Image credit: Title: Gingerbreadman Yoga Pants by AllenRaySmith. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Gingerbreadman_Yoga_Pants.png
Image credit: Title: Bradley Wiggins by William Morice. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Bradley_Wiggins,_2012_Tour_de_France_finish.jpg
Image credit: Title: Spandex Fiber by Luigi Chiesa. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Spandex_fiber.jpg
Image credit: Title: Gingerbreadman Yoga Pants by AllenRaySmith. At commons.wikimedia.org/wiki/File:Gingerbreadman_Yoga_Pants.png
Elastis disini artinya adalah bisa meregang atau
stretch. Bahkan bahan ini bisa meregang hingga lebih dari 5x dari
panjang normalnya.
Namun ada yang perlu sobat ketahui,
bahwasannya Spandek, Lycra dan Elastane adalah hal yang sama. Lycra sendiri
adalah nama merek atau brand dari DuPont Company untuk serat Spandek yang
mereka produksi.
Sedangkan Spandek/Spandex adalah nama
generik / sinonim yang digunakan di Amerika Serikat dan Kanada, serta
beberapa negara untuk menyebut serat elastane, dan mungkin salah satunya di
Indonesia karena nama Spandek lebih familiar di telinga kita. Elastane adalah
nama umum yang digunakan di banyak negara untuk menyebut bahan
Spandek.
Kelebihan
dan Kekurangan Bahan Spandek
Nah tentu point inilah yang ingin kita
ketahui bersama, yaitu kekurangan ataupun kelebihan yang dimiliki oleh
kain-kain yang berbahan campuran Spandek. Oleh karenanya untuk mengetahuinya
kita akan mencari info dari sumber-sumber yang memang telah lama berkencimpung di
dunia textile.
Nah salah satunya admin kutip
dari halaman web HaiNing JinTian Textile Co.,Ltd, yaitu web
perusahan yang bergerak dibidang apparel fabrics, home textile fabrics,
microfiber household cleaning products dan sebagainya sejak 2010. (setidaknya
itu yang ditulis dihalaman websitenya). Dan berikut infonya:
Kelebihan kain berbahan/mengandung
material spandek
- Daya pemelaran yang besar jadi tidak gampang rusak
ketika terkena tarikan, dan hampir akan kembali ke ukuran aslinya
- Tidak mudah berkerut
- Terasa lembut ditangan, nyaman dipakai, daya elastis
yang baik (mengikuti bentuk tubuh)
- Tahan terhadap asam dan alkali. Kain Spandek tahan
terhadap keringat, air laut, tahan terhadap berbagai jenis dry-clean, dan
tahan terhadap suntan lotion (lotion untuk merubah kulit menjadi lebih
gelap)
- Kemampuan mempertahankan warna yang baik, tahan
pemudaran
Kekurangan kain spandek
- Daya Serapnya tidak begitu baik, low breathable, sehingga
uap air atau mungkin keringat kurang dapat ditransfer keluar ( tergantung
dari jumlah material spandek yang digunakan)
- Sensitif terhadap panas. Jadi hati-hati terhadap
penyetrikaan yang terlalu panas, mesin pengering yang
menggunakan panas, serta mencuci bahan spandek dengan air panas. karena
hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap pakaian.
- Bahan ini akan menunjukan segalanya adari tubuh
Anda alias jeplak tubuh
- Spandek tidak bisa berdiri sendiri. Maksud dan
contohnya adalah, Spandek perlu dikombinasikan dengan serat lain
untuk bisa menjadi benang atau kain, baru bisa dijadikan
pakaian.
Penggunaan Spandek
Di Industri Apparel
Untuk dapat menjadi sebuah kain dan
digunakan di industri pakaian, biasanya serat spandek dipintal menjadi
benang dengan cara dikombinasikan dengan serat lainnya. Seperti contohnya
serat kapas, nilon, polyester, rayon,
dll. Lalu kemudian kain tersebut dicelup guna mendapatkan warna yang
dikehendaki.
Nah saat ini penggunaan kain Spandek
sangat luas cakupannya, terutama digunakan pada pakaian-pakaian yang
membutuhkan stretch yang tinggi. Berikut ini beberapa penggunaan bahan Spandek
yang umum dapat kita temui sehari-hari, seperti:
- Pada berbagai jenis pakaian olahraga
- Sabuk ikat pinggang
- Bra straps
- Sarung tangan
- Legging
- Celana jeans stretch
- Dan masih banyak lainnya
Oh iya hampir lupa, di Indonesia sendiri
penggunaan kain campuran spandek ini banyak juga yang
menggunakannya sebagai salah satu bahan untuk pembuatan baju-baju muslim,
termasuk hijab. Alasannya tidak lain adalah karena mereka menyukai karakter
kainnya yang halus dan lembut.
Jadi kalau sahabat menemukan jenis kain
yang ada embel-embel spandek’nya maka biasanya ciri khas karakter kainnya
adalah lentur, meskipun seberapa lenturnya itu tergantung dari komposisi dari
seberapa banyak material spandek yang dicampurkan pada benang yang digunakan
pada material kain tersebut.
Jenis
Kain Spandek
Yup seperti yang tadi sudah sedikit
disinggung diatas, bahwa Spandek memerlukan serat lain untuk dapat menjadi
benang atau kain sebelum menjadi pakaian. Dan berikut ini beberapa jenis kain
yang menggunakan campuran bahan spandek didalamnya.
Bahan Katun Spandek / Cotton
Spandex
Anda tentu bertanya, apa ada hal lain
yang menjadi alasan kenapa Spandek harus di kombinasikan dengan serat lain,
khususnya dengan serat cotton/katun/kapas. Jawabannya adalah, untuk
mendapatkan sesuatu yang lebih dari kain blend tersebut dibandingkan jenis kain
yang hanya menggunakan serat cotton misalnya.
Lalu apa kelebihannya? Kebihannya adalah
untuk mendapatkan kain dengan kelembutan yang didapat dari serat
katun/cotton dan fleksibilitas dan daya tahan yang lebih baik, yang didapat
dari bahan Spandek.
Cotton/katun/Kapas adalah serat alami
yang berasal dari alam, sedangkan serat spandek adalah serat buatan
manusia. Bersama-sama, mereka menciptakan kain hybrid yang nyaman dan mudah
dibersihkan. Namun, apabila komposisi serat Spandek semakin ditambahkan
maka kain menjadi low breathable, yaitu berkurangnya kemampuan kain untuk
menyalurkan udara dan uap air.
Contoh penggunaanya adalah untuk T-
shirts, Tank tops, Leggings, pakaian Yoga, dll.
Bahan Nylon Spandek
Ada yang menyebut bahan Nylon Spandek
sangat lembut, nyaman dikenakan, sensual dan ringan. Biasanya
digunakan untuk pakaian pakaian renang, celana pesepeda, dan atlet
olahraga lainnya. Tapi tak hanya itu, ada juga para designer baju yang menggunakannya
untuk membuat pakaian wanita untuk rancangan mereka, seperti
untuk baju ketat, celana ketat, bra, tank tops, dan pakaian
wanita lainnya.
Stretch Denim
Pasti untuk yang satu ini sudah banyak
yang familier. Stretch Denim atau kalo di kebanyakan orang bilang adalah Jeans
Stretch, padahal sebenarnya merknya bukan Jeans tapi tetep aja nyebutnya Jeans,
hehehe.
Hanya sebagian kecil (sekitar 3%)
serat spandek yang diperlukan dalam kain untuk stretch denim ini
meregang hingga 15% dari bentuk aslinya. Namun, fitur ini konon akan
memperpendek umur dari pakaian tersebut. Namun kelebihannya, Stretch
Denim dapat beradaptasi dengan bentuk, ukuran, dimensi dan
lekukan setiap wanita (pinggul hingga kaki)
Polyester Spandek
Bahan Spandek Polyester mungkin tidak
terlalu jauh dengan nylon spandek, peruntukannya juga kurang lebih sama. Selain
untuk pakaian olahraga, juga bisanya digunakan untuk membuat pakaian-pakaian
ketat, dan ada juga juga yang menjadikannya sebagai bahan dress.
Rayon Spandek
Gabungan antara 2 serat buatan, yaitu rayon
dan Spandek. Bahan Spandek rayon nyaman ketika dikenakan, lembut, serta lebih
ringan daripada bahan spandek katun.
Semoga bermanfaat untuk info pemesanan produk Dhikr bisa menghubungi WA 081286513037 / 085212757173 dapatkan harga dan dikon yang sangat menarik dari kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar